Artikel Terbaru

Daily Archives: March 29, 2014

Hukum Mengamalkan Hadits Dhoif

Beberapa pakar hadits dan ulama-ulama ahli tahqiq berpendapat bahwa hadits dha’if tidak boleh dipakai secara mutlak, baik hal itu dalam masalah ahkam (hukum-hukum) maupun fadha-il. a. Syaikh Muhammad Jamaluddin al-Qasimi menyebutkan dalam kitabnya, Qawaaidut Tahdits: “Hadits-hadits dha’if tidak bisa dipakai secara mutlak untuk ahkaam maupun untuk fadhaa-ilul a’maal, hal ini disebutkan oleh Ibnu Sayyidin Nas dalam kitabnya, ‘Uyunul Atsar, dari ...

Read More »

Tidak Boleh Mengatakan Hadits Dha’if Dengan Lafazh Jazm [Lafazh Yang Memastikan atau Menentapkan]

[a]. Ada (lafazh yang digunakan dalam menyampaikan (meriwayatkan) hadits menurut pendapat Ibnush Shalah Apabila orang menyampaikan (meriwayatkan) hadits dha’if, maka tidak boleh anda berkata: “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Atau lafazh jazm yang lain, yakni lafazh yang memastikan atau menetapkan, seperti: “Fa’ala, rawaya, qola”. Boleh membawakan hadits dha’if itu dengan lafazh: “Telah diriwayatkan atau telah sampai kepada kami be-gini ...

Read More »
0:00
0:00